Bayangkan
sebuah ruang kelas bukan sekadar tempat transfer ilmu, tetapi sebuah
"perusahaan pendidikan" mini. Di dalamnya, guru berperan
sebagai CEO
(Chief
Educational Officer),
yang
tidak hanya mengajar, tetapi memimpin, mengelola sumber daya, dan
merancang strategi untuk memaksimalkan "keuntungan" berupa
pertumbuhan holistik setiap peserta didik. Konsep Ekonomi
Diri
bagi guru berevolusi menjadi "Ekonomi
Kelas",
di mana guru menjadi arsitek utama yang mengelola dua portofolio
sekaligus, portofolio pengembangan diri dan portofolio keberhasilan
siswanya.
Sebagai CEO Kelas, seorang guru menerapkan prinsip-prinsip manajemen dan keuangan cerdas dalam ekosistem belajar:
