Selasa, 21 April 2026

Beda Antara Orang yang Sekolah dengan yang Tidak (Refleksi Hari Kartini)

Beda Antara Orang yang Sekolah dengan yang Tidak (Refleksi Hari Kartini)


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang saya hormati Para Kyai Ibu Nyai, khusus nya Para Pembina Yayasan KH. Ahmad Badjuri beserta Dzurriyyat.
 
Yang saya hormati Bapak/Ibu Dewan Guru, serta seluruh Tenaga Kependidikan SMP Islam KH. Ahmad Badjuri.

Yang saya banggakan seluruh murid SMP Islam KH. Ahmad Badjuri.

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya, kita semua dapat berkumpul pada pagi hari ini dalam keadaan sehat wal afiat untuk melaksanakan upacara bendera dengan khidmat.

Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Anak-anakku yang saya banggakan,

Pada kesempatan ini, saya akan menyampaikan amanat dengan judul:
“Beda Antara Orang yang Sekolah dengan yang Tidak (Refleksi Hari Kartini).”

Sebentar lagi, tepatnya pada tanggal 21 April, kita akan memperingati Hari Kartini. Hari yang sangat penting dalam sejarah bangsa Indonesia, khususnya dalam dunia pendidikan.

Hari Kartini diperingati untuk mengenang perjuangan seorang tokoh perempuan hebat, yaitu Raden Ajeng Kartini. Beliau adalah sosok yang memperjuangkan hak perempuan untuk mendapatkan pendidikan di masa di mana tidak semua orang, terutama perempuan, memiliki kesempatan untuk bersekolah.

Anak-anakku sekalian,

Jika kita hubungkan dengan tema kita hari ini, maka kita akan semakin memahami bahwa perbedaan antara orang yang sekolah dengan yang tidak, bukanlah hal yang sederhana. Bahkan, di masa lalu, kesempatan untuk sekolah adalah sebuah kemewahan.

Kartini melihat bahwa tanpa pendidikan, seseorang akan sulit berkembang. Tanpa pendidikan, seseorang akan kesulitan memahami dunia. Dan tanpa pendidikan, seseorang akan lebih mudah tertinggal.

Oleh karena itu, beliau berjuang agar semua orang, terutama perempuan, bisa merasakan bangku sekolah.

Anak-anakku yang saya cintai,

Sekarang coba kita renungkan.
Kita hidup di zaman yang jauh lebih mudah. Sekolah sudah tersedia, guru sudah siap mengajar, buku dan fasilitas sudah disediakan. Namun pertanyaannya:

Apakah kita sudah memanfaatkan kesempatan ini dengan baik?

Perbedaan antara orang yang sekolah dengan yang tidak, hari ini bukan lagi soal kesempatan, tetapi soal kesadaran dan kemauan.

Pertama, orang yang benar-benar memanfaatkan sekolah akan memiliki pola pikir yang lebih maju.
Ia mampu berpikir kritis, tidak mudah terpengaruh, dan mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Kedua, orang yang bersungguh-sungguh dalam belajar akan memiliki sikap yang lebih disiplin dan bertanggung jawab.
Ia menghargai waktu, menghormati guru, dan menjaga perilakunya.

Ketiga, orang yang menghargai pendidikan akan memiliki masa depan yang lebih terbuka.
Kesempatan untuk sukses akan lebih luas karena ia memiliki ilmu dan keterampilan.

Namun sebaliknya, jika seseorang bersekolah tetapi tidak bersungguh-sungguh, maka ia tidak akan jauh berbeda dengan orang yang tidak sekolah.

Anak-anakku sekalian,

Semangat Kartini adalah semangat untuk belajar, semangat untuk maju, dan semangat untuk memperbaiki diri.

Sebagai pelajar di SMP Islam KH. Ahmad Badjuri, kalian harus melanjutkan semangat tersebut. Bukan hanya bagi siswa perempuan, tetapi juga bagi siswa laki-laki. Karena pendidikan adalah hak dan kewajiban semua.

Jadilah pelajar yang:

- Bersyukur karena bisa bersekolah
- Rajin dan disiplin dalam belajar
- Menghormati guru dan orang tua
- Memiliki cita-cita yang tinggi
- Dan berakhlak mulia

Ingatlah, Kartini berjuang agar kita bisa sekolah. Maka tugas kita hari ini adalah menghargai perjuangan itu dengan belajar sungguh-sungguh.

Anak-anakku yang saya banggakan,

Mari kita jadikan momentum Hari Kartini ini sebagai pengingat bahwa pendidikan adalah kunci masa depan. Jangan sia-siakan kesempatan yang sudah diperjuangkan oleh para pahlawan.

Mulailah dari hari ini, dari diri sendiri, dari hal-hal kecil. Karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten.

Akhir kata,

Semoga kita semua menjadi generasi yang cerdas, berilmu, berakhlak mulia, serta mampu melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara kita masing-masing.

Sekian amanat yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar